-->

3 Cara Mudah Reset BIOS Komputer dan Laptop

Reset BIOS atau bisa juga disebut clear CMOS adalah salah satu cara yang biasa dilakukan untuk memperbaiki kerusakan komputer atau laptop. Clearing atau menghapus CMOS pada motherboard komputer atau laptop akan mengembalikan pengaturan BIOS ke default pabriknya.

Mengapa Perlu Reset BIOS?

Salah satu alasan untuk melakukan reset BIOS adalah untuk membantu memecahkan masalah tertentu pada komputer. Seringkali kita dibuat pusing oleh masalah yang terjadi pada komputer atau laptop kita yang ternyata cukup dengan langkah sederhana yaitu reset BIOS motherboard masalah tersebut dapat diselesaikan.

Seperti yang pernah saya alami ketika itu menangani sebuah komputer yang langsung menyala ketika terhubung dengan stop kontak listrik karena normalnya sebuah komputer hanya akan menyala atau hidup ketika kita memencet tombol power. Singkat cerita setelah beberapa langkah saya ambil belum juga menyelesaikan masalah tersebut, ternyata langkah terakhir cukup ampuh mengatasinya yaitu hanya dengan melakukan reset BIOS. Ya semudah itu. Coba Anda baca Mengatasi Komputer Hidup Sendiri Saat Terhubung dengan Listrik.

Anda juga mungkin melakukan clear CMOS untuk menghapus password BIOS, atau Anda membuat beberapa perubahan pada setting BIOS yang anda curigai menyebabkan masalah pada komputer Anda.

3 Cara Mudah Reset BIOS

Berikut adalah 3 cara yang berbeda untuk mereset BIOS komputer.
Catatan: Setelah mereset BIOS Anda mungkin perlu mengakses pengaturan BIOS dan mengkonfigurasi ulang pengaturan meskipun sebenarnya pengaturan default untuk sebagian besar motherboard dapat befungsi dan berjalan dengan baik. Tapi satu yang harus Anda lakukan adalah mengatur ulang setelan jam dan tanggal karena akan berubah setelah sukses mereset BIOS.

1. Reset BIOS dengan  Opsi Default Pabrik

Ini adalah cara termudah yaitu dengan masuk ke pengaturan BIOS, biasanya cukup tekan tombol Delete pada keyboard pada saat komputer booting dan untuk laptop biasanya tombol F2 (bisa berbeda pada beberapa merk laptop lain). Setelah masuk menu BIOS pilih Load Optimized Defaults, pada beberapa merk motherboard lain tulisannya bisa Load Setup Defaults, Reset to Defaults, Factory Defaults atau pun lainnya yang mirip. Anda dapat menemukan opsi tersebut di bagian akhir  setingan BIOS tepatnya dibawah opsi Save & Exit.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah:
Load Optimized Defaults
Reset ke opsi default
Terakhir pilih Save and Exit Setup atau tekan tombol F10 pada keyboard.

2. Reset BIOS dengan Memasang Kembali Baterai CMOS

Cara lainnya  adalah dengan melepas dan memasang kembali baterai CMOS.
Langkah pertama pastikan komputer Anda dalam kondisi mati dan tidak terhubung dengan sumber daya listrik. Jika Anda menggunakan laptop maka baterai utamanya juga harus dilepas terlebih dahulu.

Untuk komputer desktop cara ini terbilang mudah dilakukan karena setelah Anda membuka casing PC maka baterai CMOS akan langsung terlihat, baterai CMOS bisa dalam posisi vertikal atau horizontal tergantung tipe dan merk motherboard. Baterai ini terlihat seperti baterai standar seperti yang digunakan pada mainan kecil dan kalkulator.

Tetapi untuk laptop umumnya Anda harus melakukan usaha lebih ekstra untuk melepas dan memasang baterai CMOS karena Anda harus membuka casing laptop dan kadang letaknya agak tersembunyi diantara hardware laptop. Baterai CMOS laptop biasanya dibungkus menggunakan penutup khusus dan terhubung ke motherboard melalui konektor 2 pin.

Terakhir lepas baterai CMOS selama beberapa menit dan pasang kembali, untuk laptop caranya cukup dengan melepas konektor penghubungnya dari motherboard lalu tutup kembali casingnya.

Dengan cara melepas dan memasang kembali baterai CMOS, Anda telah menghapus sumber daya yang menyimpan pengaturan BIOS komputer Anda dan mengatur ulang ke setingan default.

3. Reset BIOS dengan Jumper Motherboard

Cara terakhir untuk mereset ulang BIOS motherboard adalah dengan melakukan short pada jumper motherboard. Hal ini hanya bisa dilakukan pada motherboard desktop sedangkan pada laptop tidak bisa karena tidak adanya jumper tersebut.
Letak baterai dan jumper CMOS
Baterai dan Jumper CMOS
Pastikan komputer dimatikan dan tidak terhubung dengan sumber daya listrik. Demi keamanan tunggu beberapa saat untuk memastikan arus listrik telah hilang. Cari sebuah jumper biasanya dengan tulisan CLR CMOS, CCMOS, atau kadang cuma tulisan CLEAR. Jumper ini sering terletak didekat baterai CMOS biasanya terdiri dari 3 pin tapi ada pula yang 2 pin. Untuk jumper dengan 2 pin cara meresetnya adalah dengan langsung menjumper atau menghubungkan 2 pin tersebut.
Sedangkan untuk jumper 3 pin caranya adalah pindahkan letak jumper dari posisi normal (pin 1 dan 2) ke sisi lainnya (pin 2 dan 3). Inti dari proses ini adalah menghubungkan kedua pin dan biarkan terhubung beberapa saat.
Selanjutnya pindahkan kembali jumper ke posisi normal untuk yang 3 pin sedangkan untuk tipe 2 pin Anda tinggal melepaskan jumper tersebut.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:
Ilustrasi Jumper CMOS
Ilustrasi Jumper CMOS
Setelah semua langkah selesai, nyalakan kembali komputer Anda, dan pastikan pengaturan BIOS sudah kembali ke default.

Mereset BIOS seharusnya sering dilakukan karena suatu alasan tertentu seperti memecahkan masalah komputer atau menghapus kata sandi BIOS yang Anda lupa. Tapi tidak ada suatu alasan untuk mereset BIOS disaat semuanya berfungsi dengan baik.

Mengapa Driver Hardware Menyebabkan Begitu Banyak Masalah?

Driver hardware adalah salah satu komponen penting dalam sebuah sistem komputer. Jika komputer Anda mengalami suatu kerusakan, ada kemungkinan driver hardware menjadi penyebabnya. Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel lain di blog ini, driver adalah perangkat lunak (software) yang mempunyai tugas sebagai perantara antara sistem operasi komputer dengan hardware.
Hubungan antara hardware, driver dan sistem operasi
Ilustrasi Driver

Driver adalah Penerjemah untuk Komputer Anda.

Pada dasarnya ada dua komponen utama dalam komputer yaitu perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Yang termasuk software adalah sistem operasi dan semua program atau aplikasi yang telah terinstall. Sedangkan yang termasuk hardware yaitu motherboard, RAM, keyboard, mouse, printer, scanner dan perangkat lainnya yang terhubung secara fisik ke komputer Anda.

Tanpa bantuan driver, software dalam hal ini adalah sistem operasi tidak dapat berkomunikasi dengan hardware yang terpasang, begitu pula sebaliknya. Jadi sederhananya driver bertugas mengajarkan  sistem operasi, program dan aplikasi agar dapat bekerja dengan hardware. Sebagai gambaran coba bayangkan, sistem operasi Anda berbicara bahasa Indonesia sedangkan hardware Anda berbicara bahasa Jawa. Kemudian tugas driver adalah menerjemahkan kedua bahasa tersebut sehingga antara sistem operasi dengan hardware dapat berkomunikasi dengan lancar.

Mengapa Driver dapat Menyebabkan Masalah?

Sesuai dengan judul artikel ini, mengapa driver dapat menyebabkan masalah?
Sebuah interaksi yang erat dan hubungan yang harmonis antara software, driver, dan hardware adalah apa yang membuat semuanya berfungsi normal pada komputer Anda. Dan itu juga yang bisa merusak segalanya, yaitu sebuah hubungan yang tidak harmonis antara software, driver, dan hardware.

Mari kita kembali ke analogi penafsiran bahasa diatas. Jika penerjemah, dalam hal ini adalah driver lancar berbahasa Indonesia tapi hanya sedikit menguasai bahasa Jawa maka ada kemungkinan dia salah bicara dalam menerjemahkan perintah sistem operasi yang berbahasa Indonesia kepada hardware yang berbahasa Jawa. Maka sebab itulah diperlukan driver yang benar-benar sesuai dan cocok seperti apa yang diperlukan oleh hardware.

Jadi jelasnya driver untuk hardware yang tidak cocok atau tidak kompatibel akan menyebabkan hardware tidak dapat bekerja dengan baik. Hal ini terjadi karena perintah yang dijalankan dianggap menjadi sebuah kesalahan sehingga menyebabkan masalah yang biasanya berupa sistem hang, crash, dll. Masalah tersebut mungkin terjadi karena driver mengandung bug atau ketidakcocokan dengan hardware, tapi driver mungkin juga tidak bekerja dengan baik ketika hardware yang berhubungan dengannya juga gagal dikarenakan mempunyai masalah fisik lainnya.

Driver yang tidak sesuai menyebabkan sistem operasi gagal memberi perintah ke hardware. Untuk hardware tambahan error tersebut mungkin tidak terlalu berpengaruh ke sistem, tapi untuk hardware utama tentu akan sangat mengganggu. Sebagai contoh driver yang tidak cocok untuk kartu grafis atau VGA akan menyebabkan tampilan pada layar monitor yang tidak enak dipandang bahkan yang paling parah malah tidak ada tampilan di monitor atau tampilan di monitor menjadi rusak.

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Menemukan Driver yang Buruk

Jika Anda menemukan masalah pada driver, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengingat dan memeriksa mengapa Anda sampai pada kesimpulan driver yang bermasalah.

Update driver belum tentu menyelesaikan masalah Anda. Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menghapus driver sebelumnya dan carilah driver yang sesuai dan cocok dengan perangkat Anda.

Jarang yang Tahu, Ternyata ini Fungsi Tombol Menu pada Keyboard

Tombol menu pada keyboard seperti terdengar asing bagi telinga kita. Tapi tahukah Anda bahwa pada keyboard komputer / laptop terdapat tombol menu? Dimana Anda dapat menemukan tombol tersebut?

Tombol menu terletak pada sebelah kanan tombol spasi, tepatnya disebelah kiri tombol Ctrl kanan (terletak diantara tombol Alt kanan dan Ctrl kanan). Perhatikan gambar dibawah.
Letak tombol menu pada keyboard
Ilustrasi Keyboard - Sumber gambar: pixabay.com
Sebenarnya kalau kita perhatikan pada beberapa model keyboard entah itu keyboard PC desktop atau keyboard laptop terdapat susunan yang sedikit berbeda.
Beberapa keyboard yang lebih kecil, seperti keyboard laptop mengabaikan tombol menu untuk menghemat ruang, dan keyboard lain yang berukuran lebih kecil menghilangkan tombol Windows sebelah kanan sehingga tombol menu terletak diantara tombol Alt kanan dan Ctrl kanan.

Kalau Anda perhatikan tombol menu tidak memiliki tulisan "menu" diatasnya dan digantikan dengan gambar yang tampak seperti menu. Gambar tersebut tidak memiliki standarisasi sehingga akan terlihat berbeda pada keyboard yang berbeda tetapi tetap dapat memberitahu pengguna kalau tombol tersebut adalah menu.

Apa Fungsi dari Tombol Menu?

Tombol menu berfungsi untuk membuka konteks menu pada aplikasi yang sedang Anda jalankan, dan pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dengan tombol klik kanan pada mouse.

Coba Anda praktekkan sekarang. Tekan tombol menu ketika Anda membuka blog ini dan jendela konteks menu browser akan terbuka. Hal tersebut sama halnya ketika Anda menekan tombol klik kanan mouse pada browser.

Jika fungsinya sesederhana itu tentu Anda berfikir mengapa tombol tersebut dibuat padahal bisa dilakukan dengan mudah menggunakan  klik kanan mouse.

Inilah kelebihannya, fungsi tombol menu akan terasa sangat berguna ketika Anda kehilangan mouse atau menggunakan mouse yang tidak berfungsi tombol klik kanannya, nah tombol menu lah yang akan berperan menggantikannya.

Seperti yang saya bahas diatas tombol menu memungkinkan menggunakan konteks menu tanpa bantuan mouse. Caranya tekan tombol menu, gunakan panah atas atau bawah untuk memilih opsi, dan tekan Enter untuk mengaktifkannya.

Coba maksimalkan fungsinya dengan shortcut atau pintasan tombol keyboard. Sebagai contoh ketika Anda ingin menyalin semua teks pada dokumen Microsoft Word, buka dokumen tersebut lalu tekan tombol Ctrl + A selanjutnya tekan tombol menu dan gunakan panah atas bawah untuk memilih Copy dan terakhir tekan Enter untuk menyalin.
Penggunaan tombol menu
Penggunaan tombol menu pada aplikasi Ms. Word

Gimana, sekarang sudah tahu bukan fungsi tombol menu pada keyboard?

Cara Convert FAT32 ke NTFS Tanpa Kehilangan Data di Windows

FAT32 dan NTFS adalah dua sistem file yang berbeda yang dapat digunakan untuk memformat drive di Windows seperti hard disk dan flashdisk.

FAT32  adalah salah satu sistem file paling populer yang pernah digunakan pada semua jenis perangkat penyimpanan. FAT32 menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara atau metode untuk beroperasi. Kata FAT  adalah singkatan dari File Allocation Table yang jika diterjemahkan secara bebas kedalam bahasa Indonesia menjadi Tabel Alokasi Berkas sedangkan 32 sebagai bagian dari namanya berasal dari fakta bahwa FAT32 menggunakan 32 bit data untuk mengidentifikasi kumpulan data pada perangkat penyimpanan.

NTFS yang merupakan singkatan dari New Technology File System adalah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft untuk sistem operasi Windows NT termasuk didalamnya Windows XP, Windows Vista dan Windows 7. NTFS adalah jenis sistem file yang menggunakan desain sederhana tapi mempunyai kemampuan yang lebih daripada sistem file FAT.

Convert FAT32 to NTFS
Ilustrasi convert FAT32 ke NTFS
Itulah sekilas gambaran tentang sistem file FAT32 dan NTFS. Kembali ke pokok bahasan artikel kali ini yaitu tentang cara convert sistem file FAT32 ke NTFS tanpa kehilangan data. Selain untuk hard disk cara ini juga bisa digunakan untuk media penyimpanan flashdisk dan bisa diterapkan pada sistem oprasi Windows 7, Windows 8 dan Windows 10. Pada tutorial ini saya menggunakan Windows 10. Anda harus masuk sebagai administrator untuk dapat mengonversi FAT32 ke NTFS.

1. Buka command prompt
Tekan tombol Windows + S untuk membuka kotak pencarian, ketik cmd, klik kanan pada command prompt yang muncul pada hasil pencarian, klik Run as administrator.
Ketik cmd pada kotak pencarian
Ketik cmd pada kotak pencarian
2. Setelah jendela command prompt terbuka, ketikkan perintah berikut dan tekan Enter.

convert <drive letter>: /fs:ntfs
Catatan: ganti <drive letter> pada perintah diatas dengan drive letter FAT32 yang ingin Anda convert menjadi NTFS. Sebagai contoh, jika drive letter pada komputer Anda adalah H maka yang harus diketik di jendela command prompt adalah: 
convert H: /fs:ntfs

Tunggu beberapa saat sampai proses selesai ditandai dengan tulisan conversion complete pada command prompt.
Proses convert FAT32 ke NTFS pada command prompt
Proses convet FAT32 ke NTFS
3. Tutup jendela command prompt dan cek drive Anda sudah berubah menjadi NTFS.

Demikian tutorial tentang cara convert FAT32 ke NTFS tanpa kehilangan data, mudah bukan. Selamat mencoba!

Cara Mudah Masuk Safe Mode Windows 10

Safe mode sudah ada pada sistem operasi Windows sejak diluncurkan Windows 95. Safe Mode adalah mode sederhana dari Windows dimana file-file, program dan driver tidak berjalan seperti pada mode normal. Pada Safe Mode Windows hanya menggunakan driver yang terbatas, karena itu juga lah kita dapat dengan mudah mencari dan menyelesaikan masalah yang ada pada PC. Suatu contoh, jika ada suatu masalah pada PC kita, lalu kita booting ke Safe Mode dan masalah tersebut tidak terjadi pada Safe Mode, maka kita tahu bahwa pengaturan default dan driver dasar bukanlah penyebab masalah itu.

Untuk dapat masuk safe mode biasanya diperlukan cara yang sangat mudah yaitu dengan memencet tombol F8 pada keyboard pada saat komputer melakukan booting Windows, akan tetapi kadangkala karena suatu sebab tertentu cara tersebut tidak bisa dilakukan sehingga kita memerlukan cara alternatif lain yaitu melalui setting System Configuration. Untuk dapat melakukannya simak baik-baik langkah berikut ini:

1. Tekan tombl Windows + R untuk membuka kotak dialog Run, lalu ketikkan msconfig, dan klik OK.
Ketik msconfig
Ketik msconfig
2. Pada jendela System Configuration yang muncul klik tab Boot, beri tanda centang pada Safe boot.
Ada beberapa pilihan Safe Mode yang bisa kita gunakan seseuai kebutuhan yaitu Safe Mode biasa, Safe Mode dengan dengan Networking, juga Safe Mode dengan Command Prompt.
Perhatikan beberapa gambar dibawah:

a. Safe Mode biasa
Dibawah menu Boot, beri tanda centang pada Safe boot dan pilih Minimal, lalu klik OK.
Safe boot
Safe boot
b. Safe Mode dengan Networking
Dibawah menu Boot, beri tanda centang pada Safe boot dan pilih Network, lalu klik OK.
Safe boot dengan networking
Safe boot dengan networking
c. Safe Mode dengan Command Prompt
Dibawah menu Boot, beri tanda centang pada Safe boot dan pilih Alternate shell, lalu klik OK.
Safe boot dengan command prompt
Safe boot dengan command prompt
3. Setelah Anda pilih satu dari tiga pilihan diatas, terakhir klik Restart untuk mengaktifkan Safe Mode ketika Windows mulai booting.
Restart
Klik restart
Demikian artikel tentang cara masuk Safe Mode Windows 10, semoga membantu.

Memunculkan Kembali Microsoft XPS Document Writer yang Hilang

Microsoft XPS Document Writer terinstal pada Sistem Operasi Windows secara default pada Windows Vista dan versi Windows yang lebih baru. Fungsinya adalah sebagai printer virtual yang dapat mencetak dokumen word atau excel saat tidak ada printer lain yang terinstal. Microsoft XPS Document Writer bermanfaat ketika Anda sedang mengisi data online misal formulir pendaftaran sekolah yang hanya dapat dicetak menggunakan printer dengan syarat komputer terhubung dengan internet.
Namun dengan menggunakan XPS Document Writer ini Anda dapat mencetak formulir tersebut dengan menggunakan printer tanpa terhubung ke internet.

Microsoft XPS Document Writer dapat kita hapus apabila memang tidak diperlukan dan kita dapat menginstalnya kembali. Akan tetapi jangan sekali-kali menghapus Microsoft XPS Document Writer jika tidak ada printer lain yang terinstall di komputer Anda. Mengapa saya katakan demikian, jawabannya ada pada artikel yang akan saya tulis kali ini, jadi simak terus ya.

Berkaitan dengan XPS Document Writer, saya menemukan sebuah masalah yang cukup membingungkan tapi sebenarnya punya solusi yang sangat mudah.
Ceritanya begini, ada seorang teman menanyakan tentang permasalahan pada laptopnya. Jadi dia sedang mengerjakan tugas menggunakan Microsoft Excel dimana permasalahannya adalah dia tidak bisa merubah orientasi dokumen antara portrait dan landscape karena tombol orientasi berwarna abu-abu dan tidak bisa diklik. Hal itu terjadi juga pada tombol setting margin. Beberapa saran dari saya tidak ada yang berhasil sampai akhirnya terpaksa instal Microsoft Office ke versi yang lebih tinggi, tetapi masih juga bermasalah karena tidak bisa seting margin dan orientasi.

Setelah sekian lama mencari solusi akhirnya ketemu sebuah titik cerah, ada kejanggalan dimana pada jendela printers and scanners tidak terinstall satu printerpun termasuk Microsoft XPS Document Writer yang biasanya ada secara default pada setiap versi Windows.

Langsung yakin dengan permasalahan yang timbul karena tidak terinstalnya XPS Document Writer, langsung cari solusi menginstallnya kembali yang ternyata cukup mudah.

Kebetulan Laptop terinstall Windows 10, untuk versi Windows lain caranya kurang lebih sama:

1. Pada kolom Search Windows di kiri bawah ketik "devices" akan muncul beberapa pilihan, pilih saja Devices and Printers maka jendela Devices and Printers akan terbuka.

2. Pada jendela yang terbuka, klik Add a printer pada toolbar.
Add a printer
Add a printer

3. Klik The printer that I want isn't listed 
The printer that I want isn't listed
The printer that I want isn't listed
4. Klik atau pilih Add a local printer or network printer with manual settings lalu klik Next
Add a local printer or network printer
Pilih Add a local printer or network printer
5. Pilih Use an existing port, pilih PORTPROMPT: (Local Port) pada menu drop down, lalu klik Next
Use an existing port
Pilih PORTPROMPT: (Local Port)
6. Pilih Microsoft pada panel sebelah kiri, pilih Microsoft XPS Document Writer v4 pada panel sebelah kanan, lalu klik Next
Microsoft XPS Document Writer v4
Pilih Microsoft XPS Document Writer v4
7. Pilih Use the driver that is currently installed (recommended), lalu klik Next
Use the driver that is currently installed
Pilih driver yang sudah terinstall
8. Hilangkan tulisan v4 sehingga hanya menjadi Microsoft XPS Document Writer, lalu klik Next
Ganti nama dengan Microsoft XPS Document Writer
Hilangkan tulisan v4 dibelakang
9. Selanjutnya Anda bisa pilih sebagai default printer atau tidak (sesuai dengan kebutuhan Anda) dengan memberi tanda centang pada kotak yang tersedia, terakhir klik Finish.
Selesai menginstall
Selesai install Microsoft XPS Document Writer
Setelah Microsoft XPS Document Writer sukses terinstall, langsung saya coba buka kembali dokumen Ms Excell dan ternyata betul dugaan saya, setting orientasi portrait/landscape dan setting margin sudah bisa diklik dan berfungsi normal yang artinya permasalahan selesai.

Demikian pengalaman saya tentang mengatasi tombol orientasi dan margin pada Microsoft Excel tidak berfungsi dengan cara menginstall kembali Microsoft XPS Document Writer. Mudah-mudahan membantu Anda yang juga mengalami permasalahan yang sama.

Mengatasi I/O Card Parity Interrupt (Solved)

Ada sebuah masalah cukup aneh pada PC yang belum pernah saya alami. Jadi awalnya saya kedatangan PC Built Up merk Dell dalam kondisi bisa nyala tapi tidak tampil di monitor. Tindakan yang saya lakukan adalah menyalakan PC,  hidup tapi tidak ada tampilan di monitor disertai dengan bunyi beep pendek beberapa kali. Tanpa cek arti bunyi beep tersebut inisiatif pertama langsung cek ram.
Benar saja setelah ram saya bersihkan lalu dipasang lagi, PC langsung nyala normal seperti biasa.

Setelah inilah masalah I/O card parity interrupt terjadi. Setelah casing ditutup, saya nyalakan ulang tiba-tiba PC tidak bisa masuk Windows  dengan tulisan di monitor " I/O card parity interrupt at F000:F188. Type (S)hut off NMI, (R)eboot, other keys to continue ".
Tampilan I/O card parity interrupt
Tampilan I/O card parity inetrrupt di monitor
Langsung saya ikuti petunjuk seperti yang tertera di monitor yaitu S untuk Shut off, R untuk restart atau tombol sembarang untuk melanjutkan tapi ternyata tak ada satupun yang berfungsi seperti petunjuk.

Awalnya saya mengira masalah terletak pada baterai CMOS yang sudah usang karena setelah masuk BIOS setingan tanggal dan waktu telah berubah padahal awalnya sudah saya seting dengan tepat juga secara fisik baterai sudah kembung. Tapi setelah ganti baterai CMOS pun PC masih belum bisa tampil di monitor. Kayaknya bukan masalah ram juga tapi tidak ada salahnya dicoba, ram saya ganti baru pun monitor tidak tampil hanya menampilkan tulisan I/O card parity interrupt dan seterusnya.

Langkah selanjutnya adalah cek kondisi kartu grafis karena saya lihat tampilan error di monitor ada tulisan 'card', kemungkinan kartu grafis yang bermasalah. Kebetulan ada kartu grafis nganggur dalam kondisi bagus langsung saya coba tapi ternyata tidak berhasil juga.

Seperti biasanya saat dalam keadaan buntu saya langsung mencari solusi via google menggunakan kata kunci 'mengatasi I/O card parity interrupt' dengan harapan ada blogger Indonesia yang pernah mengalami masalah ini dan mau berbagi solusi. Tapi harapan saya sirna karena ternyata tak ada satupun blog berbahasa Indonesia yang membahas masalah tersebut, tapi untungnya banyak web berbahasa inggris yang mebahasnya.

Dari sekian banyak artikel yang saya buka hanya satu yang tepat memberikan solusi yaitu artikel paling atas dari Dell Community. Ternyata komunitas tersebut menyebutkan jika permasalahan yang timbul disebabkan karena expansion card (kartu ekspansi) yang rusak. Yang masuk dalam kategori expansion card adalah VGA atau kartu grafis, sound card, USB card, modem card, TV tuner card, network card dan lainnya.

Dalam kasus yang saya alami satu-satunya kartu ekspansi yang ada di PC adalah network card (kartu jaringan). Tanpa berpikir panjang langsung saya lepas network card tersebut dan PC saya hidupkan ulang. Dan benar apa yang dibahas dalam web tersebut PC bisa nyala normal tanpa masalah apapun. Problem Solved!!! ^^

Demikian sedikit pengalaman saya ketika menyelesaikan error I/O Card Parity Interrupt, semoga membantu.